Refleksi
Hidup bersama Kolose Mikael
Halo teman saya VictorChrista bella adiwara saya lahir di Ngawi, 10 september 1995. dan ini lah pengalaman hidup bersama Kolose Mikael. Pertama kali saya diterima di SMK Katolik St. MIKAEL SURAKARTA saya
senang sekali walau saya benar-benar tidak tahu Teknik Mesin Industri itu
pelajaran yang seperti apa setelah saya mulai masuk dan menjalani proses demi
proses banyak pengalaman yang luar biasa yang sedikit banyak menguubah jalan
hidupku. Pengalaman pertama di sekolah proses penerimaan siswa baru saya selalu
berangkat sendiri untuk tes masuk jalur prestasi padahal rumahku cukup jauh
dari sekolah rumahku Ngawi jawa Timur tetapi aku sudah berani aku sudah belajar
mandiri dan belajar berani keluar dari zona nyaman. Kedua Pengalaman saat Masa
Orientasi Sekolah(MOS) sangat berkesan hukuman fisik hukuman mental sangat
menempa mental dan fisik ku dari situ saya dapat belajar rasa kebersamaan rasa
berbagi rasa senasib dan rasa untuk maju bersama untuk menang dan sampai
sekarang pengalaman mos tidak akan pernah aku lupakan dan menjadi pelajaran berharga
bahwa hidup itu tak selamanya mudah dan tak selamanya bisa dilakukan sendiri
butuh seseorang di samping untuk membantu kita saat kita membutuhkan dan aku
merasakan suasana bersekolah dengan teman-teman yang mayoritas beragama Non
Muslim. Pengalaman ketiga ketika berada kelas X yaitu pertama kalinya sekolah tanpa
teman perempuan sempat membuat aku menyesal sekolah di smk mikael tetapi setelah
lebih mengenal teman-teman di mikael ternyata lebih nyaman dan lebih bebas
tidak ada rasa sungkan dan hubungan pertemanan antra kami lebih terjalin karena
rasa kebersamaan dan rasa senasib dan sepenanggungan tetapi dalam perjalanan di
kelas X saya merasakan kesedihan ketika sahabat-sahabat terdekatku sekaligus
teman-teman pertama di solo di DROP OUT yaitu yulius darmaji,nikodemus
eufrian,wisangga nedya, martinus niken,dan nadewa manuel yosan. Tetapi kesedihanku tidak berlanjut panjang
aku dari kejadian tersebut dapat kujadikan pelajaran yaitu belajar
keikhlasan bahwa apa yang dimiliki itu
tidak selamanya abadi dan pasti dalam perjalanan hidup ada perkenalan dan ada
perpisahan jadi apapun itu semua yang diberikan kepada kita itu hanyalah
titipan yang harus dijaga dan dirawat. Dan pengalam dalam sekolah pada kelas X
yang tak akan pernah dilupakan yaitu Pada saat praktek bengkel kami banyak
sekali dilatih mental kami fisik kami semua dilatih untuk tahan terhadap beban
yang berat karena kitabisa itu karena itaterbiasa dan kita mampu karena kita
memiliki kemauan yang besar maka dari itu jangan puasa dengan ilmu yang kita
miliki sekarang.
Pengalamanku di kelas XI
aku sangat senang bisa naik kelas IX apa lagi saya diterima di kelas
Gambar Plus yang mayoritas siswa-siswanya memiliki intelegentsi di atas
kelas-kelas yang lain di situ saya banyak mengenal teman baru dari kelas lainnya
dan itu merupakan awal dari memilih sahabat dekat lagi. Pada kelas XI saya
merasakan teman-teman yang setujuan jadi dalam bersahabat lebih bisa bermakna
dan lebih menunjang dalam prestasi karena teman-temanku yang sekarang ingin
semua sukses. Dalam kelas XI ini sebelum
kami dapat mengenal mereka lebih dekat kita merasa tidak nyaman tetapi lama
kelamaan perasaan tidak nyaman itu menghilang dan kami mulai menjadi teman yang
kompak dan satu tujuan, dalam kelas XI D sangat menyenangkan banyak pelajaran
yang dapat aku ambil yaitu belajar bersaing secara sehat untuk mencapai nilai
yang maksimal belajar ikhlas menerima kekalahan dalam mencapai suatu nilai,
tetapi lewat pelajaran tersebut kami pun dapat mengambil baiknya bahwa kita
tidak selamanya bisa sendiri dan selamanya kita yang terbaik, pengalaman
selanjutnya pada kelas XI yaitu pada saat LKTM di matesih itu banyak perasaan yang terjadi mulai senang
susah sebal dan mengesankan tetapi aku merasa bangga dapat seperti itu mulai
melakukan perjalanan 14km dengan membawa peralatan yang berat di tengah
teriknya matahari kami tetap semangat untuk mencapai tujuan perjalanan kami
selama 4jam mulai jam 2 sampai tujuan jam
6 sore. Setelah kami di sana kami pun belajar hidup dengan keluarga
baru/ keluarga angkat yang notabennya keadaannya finansialnya berbeda dengan
apa yang kumiliki sekarang kampiun belajar mencari uang dengan cara yang
sederhana mulai dari bertani berkebun dan berdagang itu sangat menyenangkan dan
dapat menyadarkan aku bahwa aku harus bersyukur karena apa yang aku miliki
sekarang itu jauh lebih baik dan lebih layak dibandingkan mereka di sana yang
berkekurangan tetapi mereka selalu mensyukuri apa yang mereka miliki saat ini dan kami salut dengan mereka. Selanjutnya
pengalaman yang menyenangkan yaitu memiliki banyak teman apa lagi mereka yang
baik dan murah senyum seperti Albert dia sangat baik dan sangat loyal kepada kami semua. Setelah
itu pengalaman yang menyengangkan lagi yaitu kami sekelas angkatan 49 XI D naik
100% hanya dikelaskulah yang bisa naik kelas semua menunjukkan kekompakan kami
dalam bergaul dan dapat berhasil semua.
Pengalaman masuk di
kelas XII yaitu menyenangkan dan masih berlanjut setahun kedepan dan ini
merupakan titik awal serta titik terakir karena ini titik terakir bersama SMK
Mikael dan akan aku buat berkesan dengan senyuman kebanggaan bagi kami semua
salam dan merupakan titik awal aku masuk dalam dunia industri sesungguhnya MICO #49
Inilah sabahat-sahabaku yang dulu bagian dari keluarga besar Kolose Mikael (XC '49) :
1. Youlis Darmaji Nugroho
2. Nikodemus Eufrian
3. Wisangga Nedya
4. Nadewa Manuel
5. Yosef okto
6. Surya
7. Raynald Kurniawan
Inilah sabahat-sahabaku yang dulu bagian dari keluarga besar Kolose Mikael (XC '49) :
1. Youlis Darmaji Nugroho
2. Nikodemus Eufrian
3. Wisangga Nedya
4. Nadewa Manuel
5. Yosef okto
6. Surya
7. Raynald Kurniawan





Tidak ada komentar:
Posting Komentar