Sabtu, 24 Agustus 2013

Refleksi hidup



Refleksi Hidup bersama Kolose Mikael
Halo teman saya VictorChrista bella adiwara saya lahir di Ngawi, 10 september 1995. dan ini lah pengalaman hidup bersama Kolose Mikael.  Pertama kali saya diterima di SMK Katolik St. MIKAEL SURAKARTA saya senang sekali walau saya benar-benar tidak tahu Teknik Mesin Industri itu pelajaran yang seperti apa setelah saya mulai masuk dan menjalani proses demi proses banyak pengalaman yang luar biasa yang sedikit banyak menguubah jalan hidupku. Pengalaman pertama di sekolah proses penerimaan siswa baru saya selalu berangkat sendiri untuk tes masuk jalur prestasi padahal rumahku cukup jauh dari sekolah rumahku Ngawi jawa Timur tetapi aku sudah berani aku sudah belajar mandiri dan belajar berani keluar dari zona nyaman. Kedua Pengalaman saat Masa Orientasi Sekolah(MOS) sangat berkesan hukuman fisik hukuman mental sangat menempa mental dan fisik ku dari situ saya dapat belajar rasa kebersamaan rasa berbagi rasa senasib dan rasa untuk maju bersama untuk menang dan sampai sekarang pengalaman mos tidak akan pernah aku lupakan dan menjadi pelajaran berharga bahwa hidup itu tak selamanya mudah dan tak selamanya bisa dilakukan sendiri butuh seseorang di samping untuk membantu kita saat kita membutuhkan dan aku merasakan suasana bersekolah dengan teman-teman yang mayoritas beragama Non Muslim. Pengalaman ketiga ketika berada kelas X yaitu pertama kalinya sekolah tanpa teman perempuan sempat membuat aku menyesal sekolah di smk mikael tetapi setelah lebih mengenal teman-teman di mikael ternyata lebih nyaman dan lebih bebas tidak ada rasa sungkan dan hubungan pertemanan antra kami lebih terjalin karena rasa kebersamaan dan rasa senasib dan sepenanggungan tetapi dalam perjalanan di kelas X saya merasakan kesedihan ketika sahabat-sahabat terdekatku sekaligus teman-teman pertama di solo di DROP OUT yaitu yulius darmaji,nikodemus eufrian,wisangga nedya, martinus niken,dan nadewa manuel yosan.  Tetapi kesedihanku tidak berlanjut panjang aku dari kejadian tersebut dapat kujadikan pelajaran yaitu belajar keikhlasan  bahwa apa yang dimiliki itu tidak selamanya abadi dan pasti dalam perjalanan hidup ada perkenalan dan ada perpisahan jadi apapun itu semua yang diberikan kepada kita itu hanyalah titipan yang harus dijaga dan dirawat. Dan pengalam dalam sekolah pada kelas X yang tak akan pernah dilupakan yaitu Pada saat praktek bengkel kami banyak sekali dilatih mental kami fisik kami semua dilatih untuk tahan terhadap beban yang berat karena kitabisa itu karena itaterbiasa dan kita mampu karena kita memiliki kemauan yang besar maka dari itu jangan puasa dengan ilmu yang kita miliki sekarang.
       Pengalamanku  di kelas XI  aku sangat senang bisa naik kelas IX apa lagi saya diterima di kelas Gambar Plus yang mayoritas siswa-siswanya memiliki intelegentsi di atas kelas-kelas yang lain di situ saya banyak mengenal teman baru dari kelas lainnya dan itu merupakan awal dari memilih sahabat dekat lagi. Pada kelas XI saya merasakan teman-teman yang setujuan jadi dalam bersahabat lebih bisa bermakna dan lebih menunjang dalam prestasi karena teman-temanku yang sekarang ingin semua sukses. Dalam kelas XI ini  sebelum kami dapat mengenal mereka lebih dekat kita merasa tidak nyaman tetapi lama kelamaan perasaan tidak nyaman itu menghilang dan kami mulai menjadi teman yang kompak dan satu tujuan, dalam kelas XI D sangat menyenangkan banyak pelajaran yang dapat aku ambil yaitu belajar bersaing secara sehat untuk mencapai nilai yang maksimal belajar ikhlas menerima kekalahan dalam mencapai suatu nilai, tetapi lewat pelajaran tersebut kami pun dapat mengambil baiknya bahwa kita tidak selamanya bisa sendiri dan selamanya kita yang terbaik, pengalaman selanjutnya pada kelas XI yaitu pada saat LKTM di matesih itu  banyak perasaan yang terjadi mulai senang susah sebal dan mengesankan tetapi aku merasa bangga dapat seperti itu mulai melakukan perjalanan 14km dengan membawa peralatan yang berat di tengah teriknya matahari kami tetap semangat untuk mencapai tujuan perjalanan kami selama 4jam mulai jam 2 sampai tujuan jam  6 sore. Setelah kami di sana kami pun belajar hidup dengan keluarga baru/ keluarga angkat yang notabennya keadaannya finansialnya berbeda dengan apa yang kumiliki sekarang kampiun belajar mencari uang dengan cara yang sederhana mulai dari bertani berkebun dan berdagang itu sangat menyenangkan dan dapat menyadarkan aku bahwa aku harus bersyukur karena apa yang aku miliki sekarang itu jauh lebih baik dan lebih layak dibandingkan mereka di sana yang berkekurangan tetapi mereka selalu mensyukuri apa yang mereka miliki  saat ini dan kami salut dengan mereka. Selanjutnya pengalaman yang menyenangkan yaitu memiliki banyak teman apa lagi mereka yang baik dan murah senyum seperti Albert dia sangat baik  dan sangat loyal kepada kami semua. Setelah itu pengalaman yang menyengangkan lagi yaitu kami sekelas angkatan 49 XI D naik 100% hanya dikelaskulah yang bisa naik kelas semua menunjukkan kekompakan kami dalam bergaul dan dapat berhasil semua.
            Pengalaman masuk di kelas XII yaitu menyenangkan dan masih berlanjut setahun kedepan dan ini merupakan titik awal serta titik terakir karena ini titik terakir bersama SMK Mikael dan akan aku buat berkesan dengan senyuman kebanggaan bagi kami semua salam dan merupakan titik awal aku masuk dalam dunia industri sesungguhnya  MICO #49

Inilah sabahat-sahabaku yang dulu bagian dari keluarga besar Kolose Mikael (XC '49) : 
1. Youlis Darmaji Nugroho
2. Nikodemus Eufrian
3. Wisangga Nedya
4. Nadewa Manuel 
5. Yosef okto
6. Surya
7. Raynald Kurniawan






Tidak ada komentar:

Posting Komentar