Catia
Program CATIA yang mempunyai kemampuan lebih luas membuka wawasan
baru bagi peneliti untuk menyelesaikan permasalahan lebih cepat. Tampilan
prototipenya juga bisa ditampilkan pada layar komputer, sehingga orang yang
awam di bidang teknikpun dapat mengetahui dengan mudah. Hal inilah yang
mendasari penggunaan program komputer CATIA yang berbasis metode elemen
hingga untuk melakukan kajian penelitian.
Teknologi informatika/komputer sebelum berkembang, analisa yang dilakukan
dengan metode elemen hingga masih menggunakan perhitungan tangan yang panjang
dan melelahkan. Dessault System
kemudian mengeluarkan software CATIA
yang merupakan software terpadu untuk desain dan analisa struktur dengan
menerapkan metode elemen hingga. Peneliti dengan program ini hanya membuat
model tiga dimensinya dan analisa dapat dilakukan dengan hasil yang langsung
dapat diketahui. Pemodelan meliputi diskritisasi benda kerja, pemilihan dan
penerapan elemen, pendevinisian tumpuan, serta beban yang bekerja.
Software CATIA menyediakan
solusi terpadu untuk menyederhanakan dan memudahkan proses desain dan analisa
sebuah struktur. Solusi terpadu tersebut berati bahwa semua proses dikerjakan
oleh satu mesin dan satu software, sehingga transfer data dari satu
desain/software ke mesin/software yang lain tidak diperlukan.
Dengan proses tersebut, hilangnya data atau informasi dapat dihindari dan waktu
untuk proses analisa juga menjadi lebih singkat. Paket untuk desain dan analisa
yang ditawarkan atau diberikan oleh CATIA adalah sebagai berikut:
a. CATIA untuk desain (gambar
geometri)
b. CATIA untuk pembuatan model elemen
hingga.
c. CATIA untuk perhitungan berbasis
metode elemen hingga
d. CATIA untuk menampilkan hasil dan
analisa detail dari perhitungan.
Dimulai
dengan desain, dimana desain dapat dalam model dua dimensi ataupun tiga
dimensi. CATIA FEM (Finite Elemen Modeler) akan membuat model analisa
dari desain yang telah jadi. Model ini dibuat berdasarkan metode elemen hingga.
Adapun metode diskritisasi yang ditawarkan antara lain : metode 4-EDGES-ADVANCE,
metode FRONTAL, dan metode OCTREE. Diantara ketiga metode
tersebut, metode OCTREE adalah yang paling mudah untuk dibuat, dan
metode inilah yang akan digunakan pada penelitian ini.
Perhitungan
dapat dilakukan setelah model selesai dibuat. Perhitungan yang ditawarkan dalam
CATIA ini adalah statis linier,
dynamic, thermal, dan bukling.
Pada studi ini hanya akan dilakukan perhitungan statis.
CATIA V5 merupakan program desain
grafis tiga dimensi yang dibuat oleh Dassault
Sistem yang mampu membuat gambar dan analisis dalam bidang teknik. Penulis
dalam merancang benda kerja menggunakan program CATIA dengan
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
a. Program CATIA
V5 mempunyai aplikasi yang lengkap yang dapat digunakan dalam bidang
pendidikan dan bidang industri yang meliputi mechanical design, analysis,
simulation, dan aplikasi lainnya.
b. Cara pembuatan
atau pemodelan benda kerja dengan program CATIA V5 relatif mudah
dibandingkan dengan menggunakan program sejenis serta mempunyai tingkat akurasi
yang tinggi.
c. Design part (desain komponen) dengan CATIA V5 akan menghasilkan gambar yang
sesuai dengan hasil produk sesungguhnya. Sehingga produk yang telah didesain
dapat dilihat secara nyata dalam tampilan tiga dimensi, sehingga kita bisa
mengetahui secara detail bagian dari produk tersebut.
d. CATIA V5 juga dapat melakukan analisis
statis dari produk yang telah didesain, sehingga dapat dilihat bagian dari
produk yang kurang aman sehingga akan mempermudah mendesain produk sampai
didapat produk sesuai yang diinginkan sebelum proses produksi dilakukan.
a. Dasar Pemodelan
Model dalam
aplikasi teknik terdiri dari geometri, topologi dan informasi tambahan.
Geometri termasuk di dalamnya titik, garis, lingkaran, planes, silinder dan surface.
Hal ini mendefinisikan karakteristik bentuk dasarnya. Topologi mewakili
hubungan dari geometri dan obyek. CAD merupakan alat yang digunakan untuk
memperlihatkan model – model teknik dan juga digunakan untuk merubah model yang
sudah ada.
Sebuah komponen harus dapat dimodelkan sebelum benda tersebut digambarkan. Sistem
gambar tradisional, komponen dapat dimodelkan menggunakan geometri 2D yang
sederhana. Sebuah gambar selalu terdiri dari sebuah garis, lingkaran, dan
kurva. Titik digunakan untuk membantu pengalokasian dari sebuah geometri.
Sebagai contoh sebuah garis dapat didefinisikan dengan koordinat dari dua titik
akhir.
Pemodelan komponen dalam 2D tidak dapat memenuhi kebutuhan aplikasi bidang teknik.
Bentuk gambar yang perspektif tidak dapat langsung ditayangkan dari gambar 2D. Bentuk gambar 2D jika ditonjolkan dalam layar selalu tampak datar. Untuk
menampilkan gambar yang lebih mudah dipahami dibutuhkan sebuah sumbu lagi pada
sumbu Z. Penambahan ini mengantarkan gambar menuju gambar 3D.
1) Jenis-jenis Model
Sebuah objek fisik dapat
ditampilkan sebagai model fisik, model datar 2D (pada kertas), atau model
komputer/representasi digital.
a) Model Fisik
Model fisik
telah lama digunakan untuk mempresentasikan suatu objek nyata. Suatu model
fisik seperti maket bangunan atau model mobil (terbuat dari lilin, atau dari
tanah liat) yang berukuran seukurannya adalah model 3D sejati. Model-model ini
dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk mengkomunikasikan informasi
tertentu mengenai objek tersebut, misalnya keseluruhan bentuk dan hubungan
antar komponen. Namun jika model fisik kita gunakan, maka banyak aspek-aspek
praktis yang tetap tinggal sebagai imajinasi. Selain itu model fisik sulit dan
membutuhkan waktu lama dalam membuat dan merevisinya.
b) Model Datar
Untuk
beberapa dekade, industri-industri telah menggunakan gambar teknik 2D dengan
produktifitas dan ketrampilan yang tinggi. Sebagai contoh Boeing 747, proses
desain pesawat ini membutuhkan 75.000 gambar yang sebagian besar dibuat tanpa
bantuan komputer (www.efunda.com). Proses ini dimulai dengan konsep 3D tentang
suatu objek dalam pikran perancang. Proses ini
diakhiri dengan pembuatan objek nyata 3D di pabrik. Tetapi diantara kedua
proses tersebut, objek tersebut dipresentasikan dalam dua bentuk (2dimensi dan
3 dimensi), banyak waktu dan tenaga yang terbuang untuk itu .
c) Model Digital
Model digital adalah model matematis dari suatu objek nyata. Komputer
memanipulasi angka-angka yang menampilkan citra grafis dan informasi yang
terdapat di dalam angka-angka tersebut. Model digital
bisa berbentuk 2D ataupun 3D. Model digital 2D hanya menampilkan pandangan 2D
dari suatu objek. Sedang model 3D terdiri dari tiga jenis dasar, wireframe, surface, dan solid. Semua jenis model 3D terdiri dari
elemen-elemen pada ruang tiga dimensi (x, y, z) yang mempunyai perbedaan yang
jelas.
1. Model wireframe,
mempresentasikan objek dengan cara pendefinisian sisi-sisinya. Sisi-sisi objek
ini dapat berupa garis, lingkaran, busur, dan polyline. Karena sisi-sisi dapat menampilkan permukaan (surface) dan dapat memberi citra
deskripsi yang berguna bagi suatu objek. Tetapi karena model wireframe tidak mempunyai ketebalan dan
permukaan nyata, maka model ini tak dapat menyembunyikan segala sesuatu
dibelakangnya. Karena itu maka terdapat banyak sekali informasi yang nampak
bersamaan. Akhirnya, model wireframe
dapat memberikan gambaran mengenai suatu objek dan sering membingungkan.
2. Model Surface,
model jenis ini menampilkan objek dengan cara pendefinisian
permukaan-permukaan, termasuk sisi-sisi dari masing-masing permukaan tersebut.
Sisi-sisi tersebut dapat ditampilkan pada model wireframe, yaitu dengan menampakan permukaan terdepan yang menutupi
permukaan dan sisi-sisi dibelakangnya. Permukaan pada model surface dapat pula diisi/diberi warna (rendering) sehingga objeknya lebih mudah
dilihat.
Namun model surface hanyalah sebuah model kosong (hanya mempresentasikan sisi
luar dari objek). Dan karena surface
tidak memiliki ketebalan, maka model ini tidak memiliki fifat-sifat benda
bermassa atau informasi tentang inersia.
3. Model Solid, model ini mendefinisikan objek sebagai
keseluruhan volume yang ditempati objek termasuk seluruh permukaan dan
sisi-sisinya. Hal ini membuat model solid memiliki kelebihan dibandingkan model
wireframe dan model surface. Selain memiliki fungsi yang
sama dengan kedua model terdahulu, model solid memiliki tambahan data tentang
“bagian dalam“ dari objek. Disamping memberikan informasi yang komprehensip, model
solid juga relatif mudah dibentuk. Model solid dapat ditampilkan baik berupa
model wireframe atau model surface. Tetapi kedua tampilan tersebut
sama-sama mengandung seluruh informasi yang diperlukan untuk menghitung luas
permukaan, volume dan titik berat. Dan karena itu model solid dapat diberi
sifat-sifat material, maka dapat dilakukan analisis terhadap berat, momen
inersia, konduktifitas termal, tegangan, dan sebagainya. Jadi model solid
adalah komputer yang terlengkap diantara model-model digital yang ada.
d) Metode Pembentukan Model Solid.
Pada dasarnya terdapat dua metode pembentukan model solid, yaitu metode Construktive Solid geometri (CGS) dan
metode Boundary Reprentation (B-Rep).
Metode CSG menggunakan prinsip solid (balok, bola, kerucut, silinder, an
lain-lain) dan operasi Boolen
(penggabungan/union, pengurangan/diference, dan irisan/intersection) untuk membentuk model
solid. Sedangkan metode B-Rep menggunakan satu atau lebih profil wireframe untuk membentuk model solid
dengan cara extrude, sweep, revolve,
atau membuat skin dari profil-profil
tersebut. Operasi boolen dapat
dilakukan pada profil maupun model solid yang dihasilkan.
Cara lain membentuk model solid adalah dengan menggabungkan
beberapa surface yang biasanya
membentuk yang kompleks.
1. Metode
Pembentukan Model 3D Solid dari 2D
Metode yang paling umum untuk
membentuk model 3D solid dari gambar 2D adalah dengan cara meng-extrude suatu profil yang terletak pada
sebuah bidang datar 2D. Dengan demikian maka gambar 2D yang semula terletak
pada bidang datar tersebut sekarang mempunyai tebal dan menjadi model 3D solid.
Gambar 2D yang ada dibentuk
menjadi model solid, bisa berasal dari file
yang telah dibuat oleh CAD (softcopi).
Tidak ada perbedaan dalam proses pembentukan dari model solid dari kedua sumber
tadi.
Sampai saat ini beberapa CAD
berbasis Pc dapat membentuk model 3D solid dari bentuk geometri, kemdian diberi
ketebalan secara manual. Sedangkan beberapa featur
lain yang ada pada model tersebut (seperti lubang, fillet, dan sebagainya) ditambahkan kemudian pada model dasar solid
tadi dengan operasi boolen atau
operasi featur.
2. Pemodelan
Rakitan
Proses assembly merupakan proses penggabungan dari beberapa part design yang dijadikan satu kestuan
sesuai bentuk yang dikehendaki sehingga menjadi bentuk baru dan fungsi baru.
Proses assembly biasanya diawali
langkah-langkah sebagai berikut ;
- Posisi part harus diluruskan dan diofsetkan pada suatu sistem koordinat.
- Menempatkan
permukaan dari dua part yang
berhimpit dalam sebuah assembly
- Pelurusan garis sumbu tiap part yang akan
diassembly.
Dalam suatu assembly
dapat ditampilkan pada sebuah window dan
secara bersamaan masing-masing part-nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar